Mesin penggorengan adalah peralatan khusus yang mewujudkan pembentukan dan penggembungan makanan melalui penggorengan bersuhu tinggi. Ini banyak digunakan di bidang pengolahan makanan.
Lingkup aplikasi

Menutupi kacang-kacangan (kacang buncis, kacang tanah), makanan kembung (kerak nasi, keripik kentang), produk daging (sayap ayam, kepala singa), pasta (lumpia, pangsit), dll., sangat cocok untuk makanan yang memiliki banyak remah atau perlu mempertahankan rasa aslinya.
Mesin penggorengan sepenuhnya otomatis
Cocok untuk perusahaan produksi makanan yang lebih besar, dapat disesuaikan dengan karakteristik produk. Ini memiliki keunggulan profesionalisme yang kuat, efisiensi tinggi, produksi otomatis berkelanjutan, penghematan energi, penghematan tenaga kerja, dll., yang dapat meningkatkan kualitas dan stabilitas produk. Dilengkapi dengan filtrasi sirkulasi otomatis, pengisian oli otomatis, dan sistem lainnya dapat secara efektif meningkatkan tingkat otomatisasi dan mengurangi biaya pengoperasian. Dalam hal energi, listrik, minyak panas, batu bara, gas alam, gas cair, dan pemanas sirkulasi eksternal juga dapat dipilih

Prinsip Kerja
Saat penggorengan bekerja, minyak memberikan perpindahan panas yang cepat dan seragam, yang menyebabkan suhu permukaan makanan meningkat dengan cepat, air menguap, dan lapisan kering muncul di permukaan, membentuk cangkang keras. Keseluruhan proses penggorengan dapat dibagi menjadi beberapa tahap berikut:
1. Tahap awal: Masukkan makanan ke dalam minyak hingga suhu permukaan makanan mencapai titik didih air. Tidak ada penguapan air yang jelas pada tahap ini, dan perpindahan panas sebagian besar merupakan perpindahan panas konveksi alami. Permukaan gorengan tetap berwarna putih, tidak renyah, daya serap minyak rendah, pati pada bagian tengah makanan tidak tergelatinisasi, dan protein tidak mengalami denaturasi.
2. Tahap segar: Air permukaan makanan tiba-tiba kehilangan banyak, dan kulit terluar mulai terbentuk. Perpindahan panas terutama adalah konduksi panas dan perpindahan panas konveksi paksa, dan perpindahan panas meningkat. Tahapan ini menghabiskan energi paling banyak dan memakan waktu paling lama. Merupakan tahap utama pembentukan tekstur dan cita rasa pada gorengan.
3. Tahap optimal: Kulit terluar menebal, dan jumlah kerusakan air serta perpindahan panas berkurang. Perpindahan panas pada dasarnya adalah konduksi panas, dan gelembung yang keluar dari makanan secara bertahap mengecil hingga berhenti. Gorengannya berwarna kuning keemasan, dengan kerenyahan yang enak dan rasa yang enak.
4. Tahap pembusukan: Warna makanan yang digoreng menjadi lebih gelap, terlalu banyak menyerap minyak, menjadi gembur, dan permukaan menjadi kaku.
5. Tahap Buang: Gorengan menjadi berwarna hitam pekat, permukaan menjadi kaku, dan terjadi karbonisasi.
Pertanyaan Umum

Tag populer: mesin penggorengan otomatis, produsen mesin penggorengan otomatis Cina, pemasok